<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Firewall on Sensor Internet Global</title><link>https://sensorinternet.com/tags/firewall/</link><description>Recent content in Firewall on Sensor Internet Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 08:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://sensorinternet.com/tags/firewall/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Splinternet: Masa Depan Internet yang Terfragmentasi oleh Dinding Nasional</title><link>https://sensorinternet.com/posts/sovereign-internet-walls/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://sensorinternet.com/posts/sovereign-internet-walls/</guid><description>&lt;p&gt;Selama lebih dari tiga dekade, internet dipuja sebagai kekuatan unifikasi yang melampaui batas-batas fisik negara. Namun, di tahun 2026, impian tentang jaringan global yang tunggal dan terbuka sedang sekarat. Kita kini memasuki era &lt;strong&gt;Splinternet&lt;/strong&gt;—sebuah fenomena di mana internet pecah menjadi beberapa blok digital yang terisolasi, dikendalikan oleh kebijakan nasional yang ketat, dan dipisahkan oleh dinding api (&lt;em&gt;firewall&lt;/em&gt;) politik yang tidak tertembus.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="kedaulatan-digital-atau-isolasi-digital"&gt;Kedaulatan Digital atau Isolasi Digital?&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Istilah &amp;ldquo;Kedaulatan Digital&amp;rdquo; awalnya muncul sebagai upaya negara untuk melindungi data warga dari dominasi raksasa teknologi asing. Namun, dalam praktiknya, narasi ini sering kali berubah menjadi legitimasi untuk menciptakan &lt;strong&gt;Intranet Nasional&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>